The Magic of Membuat Kesepakatan Bersama Anak (1)
Sejak bulan September, sekolah kami ada jadwal tatap muka di sekolah seminggu sekali. Setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok, untuk meminimalisir kerumunan. Hari itu teman-teman kelompok pertama masuk tatap muka di sekolah. Seperti biasa, mereka sangat ceria dan ekspresif. Melepas rindu belajar di sekolah dan mungkin kejenuhan terlalu lama di rumah. Kegiatan berjalan sebagaimana biasanya. Saat jam kegiatan, tiba-tiba Mbak Aida dan Mbak Aira meminta izin untuk bermain di playground. Akhirnya kami coba mengajaknya ngobrol. Mengajak berpikir logis dan kritis. "Sekarang kan waktunya kegiatan, gimana kalau bermain di playgroundnya nanti saat jam istirahat ?", jelas kami mencoba memberi pengertian. Mereka terlihat mencerna apa yang kami katakan. Tapi, ternyata mereka masih mencoba bernegosiasi. "Kami pengennya main sekarang, Bu", sahut mereka. Akhirnya kami membuat kesepakatan bersama. "oke deh, boleh bermain di playground sekarang. Tapi kan kita masih ada kegia...